YASMIN DAN GAZALI, BERBEKAL PELATIHAN ROTI DAN KUE DI BLK MOJOKERTO UNTUK BERKARYA DI DUNIA KULINER

Hari ini (Rabu, 25/2/2026) program pelatihan Pembuatan Roti dan Kue resmi ditutup oleh Kepala UPT BLK Mojokerto yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha Didik Puji Utomo, S. Kom., M.M. Dalam sambutannya, kepada peserta disampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Tak hanya itu, Pak Didik juga berpesan agar lmu dan keterampilan yang didapat bisa dikembangkan. “Para alumni pelatihan roti kue juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman saat ini dengan digital markering, mempublikasikan karyanya melalui media sosial,” ungkapnya.

Pogram pelatihan Pembuatan Roti dan Kue merupakan salah satu program yang dibuka pada awal tahun 2026. Masih terdapat empat program pelatihan lain yang masih sedang berjalan pada bulan ramadan ini. Pembuatan Roti dan Kue selesai lebih dahulu daripada pelatihan yang lain karena hanya 140 jam pelajaran atau 18 hari aktif pelatihan. Pelatihan dimulai dari bulan Januari lalu hingga menjelang akhir Februari.

Dari 16 peserta dalam satu kelas, terdapat 2 peserta laki -laki dan 14 perempuan yang antusias mengikuti pelatihan. Selama pelatihan peserta dibekali dengan ilmu teknis dan juga softskill untuk bekal menuju dunia kerja, baik di industri maupun usaha mandiri. Setelah mengikuti uji kompetensi di masa akhir pelatihan, 16 peserta dinyatakan kompeten dan berhak mendapatkan sertikat dari BNSP.

Terkait dunia kerja bagi peserta pelatihan, ada hal menarik dari latar belakang peserta pelatihan. Beberapa peserta ada yang memiliki usaha di bidang kuliner. Salah satunya adalah Yasmin Dwi Jayanti. Dia merupakan pemilik usaha grill bernama Sugoi Grill and Shuki yang berada di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Selain Yasmin, ada M. Gazali yang sudah diterima sebagai Head Chef SPPG Belahan Tengah di Kecamatan Mojosari. Dengan mengikuti pelatihan Pembuatan Roti dan Kue di BLK Mojokerto, mereka dapat menerapkan ilmu dan keterampilannya di dunia kerja masing-masing. Semoga Yasmin dan Gazali dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi peserta pelatihan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *