UPT BLK MOJOKERTO BUKA PELATIHAN JURU GAMBAR BANGUNAN TAHAP IV 2026: LATIH SDM UNGGUL SIAP KERJA DI ERA INDUSTRI 5.0

Upaya penyiapan tenaga kerja kompeten dan berdaya saing tinggi terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bertempat di aula UPT BLK Mojokerto, kegiatan Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap IV Tahun 2026 untuk kejuruan Juru Gambar Bangunan resmi dibuka pada Senin pagi tanggal 20 Juli 2026. Dari total 121 pendaftar, hanya 16 peserta terpilih yang dinyatakan lolos seleksi. Para peserta akan menjalani pelatihan selama 33 hari kerja (Senin–Jumat) dengan total 260 Jam Pelajaran (JP) atau 8 JP per hari. Guna mendukung kelancaran belajar, seluruh peserta mendapatkan berbagai fasilitas komprehensif seperti seragam, modul pelatihan, bantuan makan harian, hingga jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama masa pelatihan.
Dalam sambutannya, Devi Puspita Sari, S. STP., M.A., selaku Kepala UPT BLK Mojokerto mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan visi-misi Gubernur Jawa Timur melalui program “Jatim Kerja”, yang berfokus pada perluasan kesempatan kerja. BLK Mojokerto menegaskan komitmennya bahwa peran lembaga tidak berhenti pada proses melatih, melainkan berlanjut hingga membantu memasarkan dan mempromosikan alumni ke dunia industri melalui jejaring kemitraan perusahaan. Sambutan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kompetensi di tengah tingginya angka angkatan kerja usia produktif (16–64 tahun) saat bonus demografi. Memasuki era Industri 5.0, kolaborasi antara teknologi cerdas (seperti AI dan otomatisasi) dengan manusia sebagai pencetus ide menjadi kunci utama. Pihak BLK menekankan bahwa walaupun otomatisasi makin marak, peran manusia dalam mengontrol dan memberikan gagasan kreatif tetap tidak dapat digantikan.
Untuk menjaga kualitas, UPT BLK Mojokerto rutin melakukan upgrading instruktur, termasuk penyiapan program baru seperti konstruksi baja ringan yang direncanakan buka pada akhir tahun 2026 ini.
Di akhir sambutan, peserta diingatkan untuk menjaga kedisiplinan dan ketahanan mental. Berdasarkan masukan dari praktisi HRD berbagai perusahaan mitra, dunia industri saat ini tidak hanya mencari pekerja yang mahir secara teknis (hard skill), tetapi juga memiliki sikap mental yang kuat, tangguh, serta tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan kerja. (ael)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *