Hari ini (Selasa, 11/11/2025) pelatihan vokasi bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) tahap II resmi ditutup karena sudah selesai pelaksanaannya. Pelatihan yang dimulai sejak September lalu berlangsung selama 260 JP (jam pelajaran). Ada 2 kelas program pelatihan, yaitu teknisi perawatan AC residensial dan program menjahit pakaian dengan mesin lockstitch. Pelatihan vokasi bagi korban PHK tahap II merupakan tahap terakhir di tahun 2025 ini. Sebelumnya 3 kelas pelatihan bagi korban PHK sudah selesai terlebih dahulu.
Ada hal menarik yang disampaikan peserta dalam kesan pesannya di podium. Salah satu peserta program AC menyampaikan penyesalannya. “Saya menyesal kenapa tidak dari dulu ikut pelatihan di BLK. Karena bisa ikut pelatihan gratis dan mendapat ilmu yang bagus. Kalau boleh, pelatihannya lebih lama lagi.” ujarnya disambut ketawa peserta lain. Perwakilan dari kelas jahit juga menyampaikan hal senada. Nuraini Ismi Fadilah sebagai peserta terbaik kelas jahit berharap keterampilan yang diperoleh di BLK dapat untuk berwirausaha. Sedangkan Cucuk Sulistiawan yang menjadi peserta terbaik kelas AC sudah memulai bekerja di bidang AC.
Peserta pelatihan vokasi korban PHK mendapatkan bantuan alat setelah selesai pelatihan. Program AC mendapat bantuan alat, yakni testing manifold, digital clamp meter, pressure washer, blazing blowtorch, dan handtools. Untuk peserta kelas jahit mendapat bantuan alat berupa mesin jahit Singer. “Semoga alat yang diberikan dapat digunakan untuk bekerja atau berwirausaha. Tolong jangan sampai dijual,” pesan Suratman, SH Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran yang menutup secara resmi pelatihan, didampingi Devan Novendy, SE Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi.
Kemarin (Senin, 10/11/2025) BLK Mojokerto juga membuka satu kelas terakhir pelatihan reguler institusional tahap IX. Satu kelas program tersebut adalah pembuatan roti dan kue. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Subbag TU BLK Mojokerto Didik Puji Utomo, S.Kom, MM. (rb)
