KADISNAKERTRANS PROVINSI JATIM BUKA PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TAHAP II DAN TEKEN MOU KERJASAMA PELATIHAN DENGAN KADISNAKER KABUPATEN MOJOKERTODI BLK MOJOKERTO

UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto secara resmi menggelar kegiatan Pembukaan Pelatihan Institusional Berbasis Kompetensi Tahap II Tahun 2026 pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing di tengah dinamika ketenagakerjaan global.
Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Kepala Disnaker Kab. Mojokerto, Kepala Bagian Kesra Kota Mojokerto, Kepala UPT BLK Mojokerto selaku tuan rumah, Kepala UPT BLK Surabaya, Kepala UPT BLK Jombang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto, Camat Mojoanyar, Danramil Mojoanyar, serta para pemangku kepentingan di bidang ketenagakerjaan. Turut hadir pula para Pejabat Fungsional Instruktur dan peserta pelatihan yang akan mengikuti program pelatihan pada tahap ini.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Sigit Priyanto, ST, MM menekankan bahwa pelatihan berbasis kompetensi merupakan langkah konkret dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Indonesia dinilai memiliki potensi besar berupa bonus demografi, namun hal tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar mampu bersaing di pasar kerja.
“Keunggulan SDM tidak cukup hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga harus diiringi dengan kualitas, baik dari aspek keterampilan, etos kerja, maupun karakter,” ujarnya.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa program pelatihan ini sejalan dengan inisiatif Nawa Bhakti Satya, khususnya program “Jatim Kerja” yang berfokus pada perluasan kesempatan kerja dan penguatan ekonomi daerah. Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur masih menjadi perhatian, sehingga pelatihan vokasi menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Kepala UPT BLK Mojokerto dalam laporannya menyampaikan, “Pelatihan tahap II ini mencakup tiga kejuruan utama, yaitu Plate Welder SMAW 3G Up PF, Pengoperasian Instalasi Kontrol Industri Berbasis PLC, Mengerjakan Proses Produksi dan Finishing Kayu. Masing-masing program dilaksanakan dengan durasi 340 jam pelatihan, yang dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi teknis dan praktis sesuai kebutuhan industri.”
Menariknya, dalam rangkaian acara pembukaan juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerjasama pelatihan antara UPT BLK Mojokerto sebagai lembaga pelatihan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam pengembangan SDM, khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu membentuk peserta yang tidak hanya memiliki keterampilan (skill), tetapi juga pengetahuan (knowledge) dan sikap kerja (attitude) yang profesional. Dengan demikian, lulusan pelatihan diharapkan siap memasuki dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri. Di tengah tantangan ekonomi global dan disrupsi teknologi, kegiatan ini menjadi bentuk respons adaptif pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor ketenagakerjaan. Melalui penguatan pelatihan vokasi, diharapkan dapat tercipta tenaga kerja yang produktif serta mampu berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, khususnya di wilayah Mojokerto dan Jawa Timur secara umum.
Acara ditutup dengan pernyataan resmi pembukaan pelatihan oleh Kadisnakertrans Provinsi Jatim, yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan pelatihan institusional berbasis kompetensi Tahap II Tahun 2026 di UPT BLK Mojokerto. (dnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *