MESIN VS MANUSIA, REALITA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI SAAT INI: SEBUAH PESAN DALAM RAKOR FKLPID MOJOKERTO HARI INI

Dunia usaha dan dunia industri terus berjalan dan berkembang searah dengan lompatan teknologinya. Jika dalam tiga dekade lalu dunia usaha dan dunia industri masih banyak menggunakan tenaga manusia, maka saat ini tidak begitu adanya. Sebagian besar usaha dan industri mengalami perkembangan teknologi yang signifikan sehingga mesin-mesin produksi serta alat maupun sistem pendukungnya sudah sangat berorientasi berbasis teknologi. Apalagi dengan munculnya artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan. Mesin-mesin produksi yang sebelumnya dioperasikan oleh banyak tenaga kerja, saat ini mulai berkurang. Saat ini satu mesin sudah dapat melakukan multipekerjaan yang hanya dijalankan oleh satu tenaga kerja. Mesin mesin yang manual berubah menjadi mesin otomasi digital. Hal ini berdampak pada perusahaan-perusahaan yang sebelumnya padat tenaga kerja berangsur-angsur berubah menjadi padat teknologi. Dunia usaha dan dunia industri mengalami perubahan, sebuah keniscayaan yang sedang kita saksikan di era sekarang.

Perkembangan dunia usaha dan dunia industri seperti di atas muncul dalam diskusi rapat koordinasi Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Mojokerto hari ini (Selasa, 23/9/2025) di Aula BLK Mojokerto. Salah satu perusahaan anggota FKLPID Mojokerto mengemukakan kondisi perusahaannya yang saat ini beralih dari mesin manual ke mesin otomatis. Oleh karenanya, kebutuhan tenaga kerja operator di perusahaannya tidak ada untuk saat ini, bahkan cenderung mengurangi tenaga kerja karena efisiensi yang dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga harga saing dan daya saing produk di pasaran, salah satunya dengan menekan biaya tenaga kerja. Tak hanya itu kondisi ekonomi global dan nasional juga mempengaruhi kondisi industri saat ini.

Rapat koordinasi FKLPID Mojokerto ini dipimpin langsung oleh Kepala BLK Mojokerto Sri Andayati, SE, MM. Sekretaris FKLPID Mojokerto Suratman, SH yang juga menjabat Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLK Mojokerto melaporkan bahwa kerjasama kemitraan BLK telah dilakukan bersama pengurus dan anggota FKLPID. Diantaranya terkait penempatan alumni BLK Mojokerto di perusahaan anggota FKLPID maupun perusahaan lain yang bukan anggota FKLPID. Selain itu, kemitraan yang juga sudah dan akan berjalan adalah kunjungan industri, magang industri, pemberian materi softskill keindustrian kepada peserta pelatihan, serta potensi kerjasama dalam proses rekrut peserta pelatihan. Salah satu pesan penting lain dalam diskusi adalah bahwa pelatihan di BLK harus mampu memenuhi kebutuhan industri. Ketua FKLPID Mojokerto Imron Hadi yang juga HRD di PT Sinar Sosro menyambut baik beberapa catatan hasil rakor FKLPID. Wakil Ketua FKLPID Mojokerto Richi Trianto dari PT HP Metals juga memberikan sinyal agar BLK Mojokerto lebih luas lagi memberikan informasi terkait ketersediaan calon tenaga kerja alumni BLK kepada perusahaan di Mojokerto raya. Rakor kali ini merupakan lanjutan dari rakor pertama di Februari lalu dan akan dilakukan lagi pada rakor di akhir tahun ini. Semoga kemitraan melalui FKLPID ini membawa manfaat bersama antara BLK dan dunia industri. (rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *