Setelah pada Senin pekan lalu para pendaftar pelatihan vokasi bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) mengikuti tes seleksi, hari ini (Senin, 21/7/2025) peserta yang dinyatakan lulus melaksanakan acara pembukaan pelatihan. Pembukaan pelatihan vokasi bagi korban PHK ini merupakan yang pertama kali bagi BLK di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur. Kegiatan pelatihan ini merupakan pelatihan yang baru dan khusus karena diperuntukkan bagi korban PHK. Pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada pelatihan yang dikhususkan bagi para pekerja yang mengalami PHK di tempat kerja, karena peserta pelatihan biasanya bagi masyarakat umum calon tenaga kerja. Pelatihan ini tidak dipungut biaya alias gratis dengan biaya dari APBD Provinsi Jawa Timur.
Untuk kali ini BLK Mojokerto membuka tahap pertama pelatihan vokasi bagi korban PHK dengan dua program pelatihan, yaitu pembuatan roti dan kue serta program menjahit dengan mesin lockstitch. Jumlah jam pelajaran pembuatan roti dan kue sebanyak 140 JP, sedangkan menjahit dengan mesin lockstitch sebanyak 260 JP. Sebanyak 32 orang peserta hadir di Aula Majapahit BLK Mojokerto sejak pukul 8.30 WIB. Setiap kelas program pelatihan berjumlah 16 orang. Peserta yang mayoritas ibu-ibu ini dengan antusias mengikuti acara.
Kepala BLK Mojokerto Sri Andayati, SE membuka secara resmi pelatihan dengan peserta khusus ini. “Mohon kepada ibu-ibu dan bapak-bapak meskipun bapak-bapaknya jumlahnya sedikit, untuk mengikuti pelatihan dengan baik sampai selesai. Harapannya nanti kalau sudah lulus pelatihan dapat bekerja kembali atau membuka usaha mandiri,” jelasnya dalam sambutan pembukaan. Tidak sendiri, Kepala BLK didampingi Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi Devan Novendy, SE beserta Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran Suratman, SH. (rb)
