TIGA DESA JADI SASARAN PELATIHAN BERBASIS MASYARAKAT BLK MOJOKERTO

Pelatihan berbasis masyarakat atau Mobile Training Unit (MTU) kembali dilaksanakan oleh BLK Mojokerto. Hari ini (Selasa, 29/7/2025) BLK Mojokerto kembali melaksanakan pelatihan MTU di tiga desa di kecamatan yang berbeda di Kabupaten Mojokerto. Ketiga desa tersebut adalah Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu kemudian Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko dan yang ketiga Desa Ngarjo di Kecamatan Mojoanyar.

Ada tiga program pelatihan untuk desa-desa yang menjadi sasaran pelatihan MTU. Untuk Desa Pohkecik, program pelatihan yang dilaksanakan adalah menjahit pakaian wanita dewasa. Sedangkan di Desa Jampirogo mengambil program pelatihan service sepeda motor. Adapun program pelatihan di Desa Ngarjo adalah pembuatan roti dan kue. Pembukaan pelatihan di Desa Pohkecik dan Desa Jampirogo dilakukan pada pagi hari tadi, sedangkan di Desa Ngarjo pada siang harinya. Di setiap desa peserta pelatihan berjumlah 16 orang dan akan mengikuti pelatihan setiap harinya mulai Senin hingga Jumat sesuai jumlah jam pelajaran dari masing-masing program pelatihan. Semua alat dan bahan serta instruktur disediakan oleh BLK Mojokerto. Masyarakat yang menjadi peserta pelatihan tinggal hadir dan mengikuti pemberian teori maupun praktik. Di akhir pelatihan nanti kan di lakukan uji kompetensi kepada peserta pelatihan.

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLK Mojokerto Suratman, SH dalam arahannya di Desa Pohkecik menyampaikan bahwa pelatihan MTU bertujuan membekali peserta agar memiliki keahlian tertentu sehingga dapat menjadi bekal dalam bekerja atau berusaha mandiri. Di Desa Pohkecik hadir pula Kades Sigit Istidarmo bersama Sekcam Miftahul Huda. Sedangkan Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi BLK Mojokerto Devan Novendy, SE membuka pelatihan di Desa Jampirogo dan Desa Ngarjo. Di Desa Jampirogo hadir Kepala Desa Deny Budi bersama pihak dari kecamatan. Adapun Plt Camat dan Kades Iva Mayawati ada di pembukaan di Desa Ngarjo. Dukungan dari Pemerintah Desa dan Kecamatan pada pelatihan MTU sangat penting agar masyarakat di wilayahnya mendapatkan tambahan keahlian hidup. (rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *