KEMBANGKAN PROGRAM PELATIHAN KONSTRUKSI BAJA RINGAN, 13 INSTRUKTUR BLK DI BAWAH DISNAKERTRANS JATIM IKUTI UJI KOMPETENSI DI BLK MOJOKERTO

BLK di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur perlu terus mengembangkan program pelatihan agar bisa mengikuti perkembangan ketenagakerjaan, khususnya dunia usaha dan dunia industri. Salah satu yang perlu pengembangan adalah pelatihan pada jurusan konstruksi. Perkembangan dunia konstruksi dalam hal material atau bahan konstruksi maupun teknologinya terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat. Jika selama ini konstruksi bangunan masih menggunakan material berbahan kayu, maka saat ini perkembangan material berbahan baja ringan mengalami perkembangan yang besar dan meluas. Tidak hanya bangunan skala kecil, sekarang bangunan dalam skala menengah dan skala besar sudah menggunakan baja ringan sebagai material konstruksinya. Kebutuhan tenaga terampil aplikator atau tukang konstruksi baja ringan menjadi hal yang perlu direspons oleh BLK di bawah Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. BLK milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu menjadi bagian dalam penyiapan tenaga kerja terampil bidang pemasangan konstruksi baja ringan.

Dalam rangka pengembangan program pelatihan konstruksi baja ringan itulah Disnakertrans Provinsi Jawa Timur melakukan upgrading dan sertifikasi kompetensi bagi instruktur konstruksi. Sebanyak 13 orang instruktur telah mengikuti uji kompetensi konstruksi baja ringan kemarin (Sabtu, 11/4/2026) di BLK Mojokerto. “Para instruktur inilah yang nantinya diharapkan akan melatih calon tenaga kerja konstruksi baja ringan di BLK masing-masing,” ungkap Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLK Mojokerto Suratman, SH yang mendampingi para instruktur. Ketigabelas instruktur berasal dari 8 BLK. BLK Mojokerto sebanyak 3 instruktur, BLK Surabaya 2 instruktur, BLK Nganjuk 2 instruktur, BLK Tuban 1 instruktur, BLK Singosari 1 instruktur, BLK Tulungagung 2 instruktur, BLK Jember 1 instruktur, dan 1 instruktur dari BLK Madiun. Dari 13 instruktur tersebut tidak hanya laki-laki, terdapat 2 orang instruktur perempuan masing-masing 1 orang dari BLK Tuban dan BLK Nganjuk.

Dengan semangat dan antusiasme tingga para instruktur ini mengikuti uji kompetensi sejak pagi, mulai uji teori maupun praktik pemasangan konstruksi baja ringan.
Kegiatan upgrading dan sertifikasi kompetensi ini merupakan hasil kerjasama Disnakertrans Provinsi Jawa Timur yang secara teknis dilaksanakan oleh BLK Mojokerto dengan PT Kencana Maju Bersama dan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI). Dalam uji kompetensi bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bina Konstruksi Nusantara (BKN). Semoga kerjasama antara BLK dengan pihak swasta dan dunia usaha ini membawa manfaat bagi masyarakat khususnya di bidang konstruksi. (rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *