PROJECT BASED LEARNING DAN PEMAGANGAN NASIONAL, DUA PROGRAM NASIONAL YANG DISINGGUNG DALAM RAKOR AKHIR TAHUN FKLPID MOJOKERTO

Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Mojokerto menggelar rapat koordinasi akhir tahun hari ini (Rabu, 26/11/2025) di Aula Majapahit BLK Mojokerto. Rakor terakhir di tahun 2025 ini adalah yang ketiga dalam setahun. Rapat koordinasi pertama pada Februari membahas rencana program kerja di tahun ini. September lalu rapat koordinasi kedua sebagai wahana monitoring program di tengah tahun. Rapat koordinasi terakhir hari ini menjadi penting untuk menyampaikan hasil dan mengevaluasi program kerja selama setahun berjalan.

Rakor koordinasi dibuka dan dihadiri oleh Kepala BLK Mojokerto Sri Andayati, SE, MM. Penyampaian hasil program kerja dan evaluasi dipandu oleh Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLK Mojokerto Suratman, SH yang juga menjadi sekretaris FKLPID Mojokerto. Ketua FKLPID Mojokerto, Imron Hadi dari PT Sinar Sosro mengawali diskusi para anggota dan pengurus yang hadir. Imron Hadi mengapresiasi apa yang sudah dilakukan BLK Mojokerto dan FKLPID meskipun dalam suasana dampak efisiensi di pemerintahan. Program FKLPID Mojokerto bisa berjalan dengan baik termasuk dalam memfasilitasi akses lowongan kerja bagi alumni BLK. Target penempatan 75 persen dari peserta pelatihan diharapkan dapat tercapai dengan kerjasama yang baik antara BLK Mojokerto dengan perusahaan. “BLK Mojokerto sangat aktif berkoordinasi dan menjalin hubungan dengan teman-teman perusahaan. Ke perusahaan saya saja beberapa kal untuk koordinasii,” ujar Imron.

Dalam paparan hasil program kerja FKLPID, sekretaris FKLPID menyampaikan beberapa program FKLPID yang bisa berjalan antara lain akses lowongan kerja dan penempatan, raat koordinasi berkala, pemberian materi softskill oleh FKLPID kepada peserta pelatihan, serta rekrutmen perusahaan di BLK. Terkait akses lowongan kerja, sejak Januari hingga November BLK Mojokerto telah memberikan informasi lowongan kerja sebanyak 81 kali dari 51 perusahaan dengan berbagai posisi jabatan. Sampai saat ini sudah lebih dari 60 persen dari target 75 persen penempatan alumni tahun 2025. “Kami berharap sampai beberapa bulan ke depan hingga awal tahun depan semoga target tercapai dengan bantuan akses lowongan kerja perusahaan,” katanya kepada perusahaan anggota FKLPID Mojokerto yang hadir.

Tak hanya persoalan penempatan alumni, rapat koordinasi ini juga menjadi tempat menyampaikan perkembangan kebijakan ketenagakerjaan khususnya yang berkaitan dengan BLK. Kepala BLK Mojokerto menyinggung dua kebijakan pemerintah pusat yang saat ini sedang mulai dilaksanakan, yaitu pemagangan nasional dan pelatihan PBL (Project Based Learning). Pemagangan nasional oleh Kementerian Ketenagakerjaan saat ini berjalan tahap kedua. Adapun pelatihan PBL merupakan respons dari perkembangan dunia kerja yang berbasis digital. (rb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *